Tampilkan postingan dengan label news world. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news world. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2016

Muhammad Ali Membuat Islam Lebih Diterima di Amerika


 Muhammad Ali Membuat Islam Lebih Diterima di Amerika

LOUISVILLE - Jenazah legenda tinju dunia, Muhammad Ali, dimakamkan hari Kamis waktu Amerika Serikat (AS) atau hari ini (10/6/2016) WIB di Freedom Hall. Orang-orang AS menjuluki Ali sebagai pahlawan Muslim karena dia telah membuat Islam lebih diterima di AS.

Prosesi pemakaman Ali dilangsungkan secara Islam menggunakan bahasa Arab. Selain tenar di dunia tinju, Ali dikenal sebagai aktivis kemanusiaan. Ali meninggal dunia di rumah sakit Arizona di usia 74 tahun Jumat pekan lalu.

”Sesuatu yang solid, sesuatu yang besar, indah dan meneguhkan hidup telah meninggalkan dunia ini,” kata Sherman Jackson, seorang sarjana Muslim di University of Southern California, seperti dikutip Reuters.

Menurut Jackson, Ali dipaksa menyerah ketika dia berada di puncak karirnya sebagai petinju dunia karena menolak meyalani militer AS selama Perang Vietnam. Menolak perang menjadi sikap Ali yang kemudian mendedikasikan diri sebagai aktivis kemanusiaan.

Selain anti-perang, Jackson memuji Ali karena memperjuangkan warga kulit hitam AS setelah gerakan hak-hak sipil tahun 1960-an.

Reuters yang mengutip orang-orang yang menghadiri pemakaman Ali menyebut sosok Ali layak menjadi pahlawan Muslim AS karena membuat Islam lebih dapat diterima di negeri Paman Sam.

Ali berbaring di peti mati yang ditutupi dengan kain warna hitam dan emas.

Presiden AS, Barack Obama, yang sebelumnya sudah mengkonfirmasi tidak bisa menghadiri prosesi pemakaman Ali mem-posting salinan buku yang berisi kekagumannya pada sosok Muhammad Ali.

GOAT: A Tribute to Muhammad Ali,” judul buku yang dipamerkan Obama. Presiden AS ini juga memamerkan sepasang sarung tinju yang ditandatangani Ali.

”Ini sangat langka di mana sosok yang menangkap imajinasi dari seluruh dunia,” kata Obama. "Dia adalah salah satu dari sosok dan dalam buku saya dia akan selalu menjadi yang terbesar.”

Tokoh-tokoh dunia, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan komedian Billy Crystal sebelumnya dijadwalkan menghadiri acara penghormatan terakhir untuk Muhammad Ali.

Kamis, 20 Agustus 2015

10 Orang Dicurigai Bantu Pelaku Utama Bom Bangkok


BANGKOK – Kepolisian Thailand kembali menemukan beberapa orang yang dicurigai sebagai komplotan yang membantu pelaku utama ledakan bom di dekat Kuil Erawan, Kota Bangkok.
Berdasarkan Kepala Polisi Somyot Poompanmuang, setidaknya ada 10 orang yang ditengarai terlibat dalam membantu pelaku utama dalam menempatkan bom di dekat Kuil Erawan, sehingga ledakan itu menelan korban jiwa mencapai 22 orang.
“Berdasarkan hasil penyelidikan kami, ini merupakan jaringan yang besar. Setidaknya, ada 10 orang yang terlibat,” ujar Kepala Polisi Somyot Poompanmuang, seperti dilansirReuters, Kamis (20/8/2015).
“Hasil investigasi kami sementara menyimpulkan, persiapan yang melibatkan banyak orang dilakukan untuk membantu si pelaku utama dalam menempatkan ransel berisi bom di dekat Kuil Erawan,” sambungnya.
Poonpangmuang menambahkan, persiapan itu termasuk strategi seseorang yang berperan mengawasi jalan-jalan di sekitar Kuil Erawan, seseorang yang menyiapkan bom, dan pelaku utama yang meletakkan bom di dekat Kuil Erawan.
Sebagaimana diberitakan, pada Senin 17 Agustus lalu, warga Bangkok digemparkan ledakan bom dahsyat yang berasal dekat Kuil Erawan yang berlokasi di deretan hotel berbintang, pusat perbelanjaan, dan pusat pariwisata wisatawan mancanegara.
Akibat peristiwa itu, sebanyak 22 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, Kepolisian Thailand masih berupaya untuk mengungkap pelaku bom Bangkok yang berhasil terekam kamera CCTV.
Bahkan, mereka menyiapkan hadiah senilai satu juta Baht (setara Rp389 juta) bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi untuk mengungkap pelaku.

Jumat, 27 Februari 2015

Seluruh Negara Timur Tengah Akan Bersatu Tumpas ISIS?

Pengamat Timur Tengah Novrianto Kahar memprediksi seluruh negara di Timur Tengah akan bersatu padu untuk menumpas ISIS. Kekejaman yang dilakukan kelompok ekstremis itu telah membuatnya jadi musuh utama di kawasan tersebut.

"Walau sekilas tampak mampu menyatukan mayoritas warga Sunni di Suriah dan Irak di bawah kepemimpinan Al-Baghdadi, ISIS juga punya kemampuan unik dalam merapatkan barisan musuh-musuhnya," kata Novrianto, di Teater Utan Kayu, Jakarta, Jumat (27/2/2015).

"Ini terbukti, musuh nomor wahid kawasan saat ini bukan lagi rezim Bashar Al-Assad, namun pelan-pelan beralih kepada ISIS," tambahnya.

Novrianto menuturkan setidaknya ada 2 negara yang sudah mulai terusik dengan keberadaan ISIS, yaitu Arab Saudi dan Iran. Saudi mulai cemas karena keberadaan ISIS dinilai dapat menggoncang 3 pilar utama negeri tersebut --satu penguasa, satu kekuasaan, dan satu masjid.

Sementara, menurut dosen Paramadina itu, Iran dipastikan tidak menyukai ISIS karena kental dan brutalnya ideologi anti-Syiah mereka. Negara-negara Timur Tengah lainnya akan menyusul bersatu memerangi ISIS.

"Monster ISIS tak hanya dapat jadi mimpi buruk bagi Saudi dan Iran, tapi juga Turki, Yordania, serta Libya," tegasnya.

Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) ini tak tahu sampai berapa lama hingga ISIS bisa ditumpas hingga ke akarnya. Ia yakin, penumpasan itu butuh waktu lama, karena serangan udara sporadis pasukan koalisi yang dilakukan 6 bulan terakhir belum cukup mempengaruhi ISIS.

"Pesawat tempur memang cukup berhasil menahan laju ekspansi mereka, tapi untuk merebut kembali wilayah yang telah diduduki perlu kerja ekstra. Yang pasti, ISIS bukan tanpa kelemahan," imbuhnya.

"Perkiraan sa‎ya, kisah ISIS ini akan masih panjang dan mengandung banyak pelajaran. Semoga derita Irak dan Suriah tidak lama, dan kita di Indonesia tak perlu kena getahnya," tandas Novrianto.