Tampilkan postingan dengan label DUNIA PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2015

PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL

Image result for pendidikan moral

PENTINGNYA PENDIDIKAN ??????

Satu pertanyaan yang sangat menghantuiku. Mengapa banyak sekali masyarakat Indonesia yang bertingkah laku dan berkelakuan seperti hewan?? Padahal tidak jarang dan bahkan bnayak para pelaku itu mempunyai pendidikan yang tinggi. Kalau dilihat dari faktor pendidikan, seharusnya seseorang yang mempunyai pendidikan tidak akan bertindak yang bukan-bukan dan bisa menjadi contoh bagi orang lain disekitarnya yang nota bene kurang dalam hal pendidikan. Tapi mengapa kelakuan atau akhlak mereka tidak lebih atau bahkan jauh berada dibawah dari orang yang tidak berpendidikan??

Pendidikan di Indonesia pada saat ini cenderung lebih mementingkan aspek akademis tanpa menghiraukan akhlak dan moral para peserta didik. Hal ini bisa kita lihat di sekolah-sekolah dan di universitas-universitas. Sebagai contoh, seseorang murid SMU yang nakal dan suka dengan free seks dapat lulus dari SMU dan meneruskan keperguruan tinggi hanya karena nilainya mencukupi standar kelulusan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Coba kita bayang kan apa yang akan terjadi apabila Negara Indonesia ini dipimpin oleh orang yang hanya mempunyai nilai akademis yang tinggi tapi tidak bermoral. apa yang akan terjadi dengan negara ini??

Pendidikan Indonesia menganut atau lebih condong pada sistem pendidikan liberal yang mengesampingkan pendidikan moral dan hanya mementingkan pendidikan akademis. Kapan Indonesia bisa maju kalau pendidikan moral di semua sekolah ditiadakan?? apakah Indonesia bisa maju kalau hanya mengandalkan pada kepintaran akademis??


Pendidikan Moral Manusia


Mengingat perkembangan moral manusia pada bahasan yang lalu, maka tentu akan ada sebuah proses yang tak lepas dari perkembangan moral itu sendiri.  Proses yang dimaksud adalah yang disebut dengan pendidikan.  Pendidikan moral sangatlah  perlu bagi manusia, karena melalui pendidikan perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik , serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri.

Di Indonesia pendidikan moral telah ada dalam setiap jenjang pendidikan.  Di Sekolah Dasar perkembangan pendidikan moral tak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur yang ada dalam  tatanan moral bangsa Indonesia yang termaktub jelas dalam Pancasila sebagai dasar Negara.  Pendidikan Moral Pancasila, yang sejak dari pendidikan dasar telah diajarkan tentu memiliki tujuan yang sangat mulia, tiada lain untuk membentuk anak negeri sebagai individu yang beragama, memiliki rasa kemanusiaan, tenggang rasa demi persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah untuk kerakyatan serta berkeadilan hakiki.

Berangkat dari tujuan tersebut diatas maka dalam pelaksanaannya terdapat tiga faktor penting dalam pendidikan moral di Indonesia yang perlu diperhatikan yaitu :



1.  Peserta didik yang sejatinya memiliki tingkat kesadaran dan dan perbedaan perkembangan kesadaran moral yang tidak merata maka perlu dilakukan identifikasi yang berujung pada sebuah pengertian mengenai kondisi perkembangan moral dari peserta didik itu sendiri.

2.  Nilai-nilai (moral) Pancasila, berdasarkan tahapan kesadaran dan perkembangan moral manusia maka perlu di ketahui pula tingkat tahapan kemampuan peserta didik.  Hal ini penting mengingat dengan tahapan dan tingkatan yang berbeda itu pula maka semua nilai-nilai moral yang terkandung dalam penididkan moral tersebut memiliki batasan-batasan tertentu untuk dapat terpatri pada kesadaran moral peserta didik.  Dengan kata lain, kalaulah pancasila memiliki 36 butir nilai moral, maka harus difahami pula proses pemahaman peserta didik berdasar pada tingkat kesadaran dan tingkat kekuatan nilai kesadaran itu sendiri.

3.  Guru Sebagai fasilitator,  apabila kita kembali mengingat teori perkembangan moral manusia dari Kohlberg dengan 4 dalilnya maka guru seyogyanya adalah fasilitator yang memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memahami dan menghayati nilai-nilai pendidikan moral itu.

Dengan memperhatikan tiga hal diatas maka proses perkembangan moral manusia yang berjalan dalam jalur pendidikan tentu akan berjalan sesuai dengan tahapan perkembangan moral pada tiap diri manusia

kami ingin sekolah ( we want to school )

Trik-Trik Jitu Cara Belajar Berkualitas Yang Efektif Dan Efisien


10 Trik Jitu Cara Belajar Berkualitas yang Efektif fan Efisien
Hai para siswa, sudahkah kalian belajar hari ini? jawabannya saya yakin sudah!, tapi apakah belajar kalian sudah efektif dan efisien?



Belajar pagi para siswa adalah sebuah kewajiban, kewajiban yang melekat pada predikat yang disandangnya yaitu : Pelajar. Pelajar = belajar, Pelajar yang baik ya harus belajar yang baik, belajar yang baik adalah belajar yang menghasilkan peningkatan pengetahuan, sikap dan atau ketrampilannya. Belajar yang baik seharusnya belajar yang dapat mendukung pencapaian tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang bermanfaat bagi kehidupannya.

Belajar yang berkualitas bagi seorang pelajar adalah belajar yang efektif dan efisien.   Belajar  yang tidak bermutu sama dengan buang-buang energi. Buang-buang energi setali tiga uang dengan menyia-nyiakan umur. Kalau usia muda hilang karena kesia-siaan maka tidak akan dapat diambil kembali.

Bagaimana  cara belajar yang efektif dan efisien itu?

  1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, doa menguatkan jiwa dan memberikan keberkahan pada usaha, karena itu jangan pernah dilupakan, usaha dunia tapi berpahala akhirat
  2. Tentukan tujuan belajar, belajar untuk apa, untuk mencapai apa, untuk menguasai apa atau untuk tujuan apa? menentukan tujuan belajar akan membuat belajarmu bisa lurus di jalurnya dan tidak menggak-menggok
  3. Tentukan target hidup yang ingin dicapai dari hasil belajar, misalnya nilai ulangan tinggi, nilai raport memuaskan atau lulus dengan prestasi. menentukan target hidup akan memberi motivasi agar belajar terus bersemangat. bila perlu tuliskan target hidup kalian sebagai cita-cita dan tempelkan di tempat yang bisa kalian lihat setiap hari.
  4. Buatlah jadwal belajar dan taati jadwal itu. Buatlah jadwal jam berapa saja kalian harus belajar dan berapa lama kalian belajar. Belajar yang terjadwal akan menjadi pedoman harian bagi kalian untuk tetap belajar setiap hari tanpa absen, berikan sanksi diri jika kalian melanggarnya, misalnya dengan menggantinya di jam yang lain hari itu dengan durasi yang sama persis dan ditambah menghafal lima suku kata bahasa Inggris dan lain-lain. Ingat : singkat OK  tapi rutin, jangan SKSan. Belajar singkat tapi rutin jauh lebih baik dari sistem kebut semalam, 
  5. Istirahatlah, berikan rehat bagi diri kalian sendiri dari aktifitas belajar, misalnya setelah belajar selama satu jam istirahatlah selama 5 sampai 10 menit dengan kegiatan santai yang kalian sukai, sekedar minum atau jalan-jalan sebentar
  6. Tuliskan dan tandai, tuliskan hal-hal penting dari yang dipelajari dari buku sumber belajar dalam buku catatan, buatlah ringkasan atau kata-kata kunci, kalau perlu buat jembatan keledai agar mudah diingat. Tandai bagian yang penting dari buku sumber dengan tanda-tanda yang menarik dan mudah dilihat, kalau buku itu milik sendiri bisa menggunakan stabilo atau pensil warna, kalau ingin buku tetap bersih bisa menggunakan potongan kertas warna-warni yang diselipkan di halaman buku yang diinginkan
  7. Kondisikan dan nikmati, kondisikan ruang belajar kamu agar nyaman untuk belajar, atur sedemikian rupa sehingga meja, kursi, rak buku, dan lampu pada posisi yang pas untuk mendukung kenyamanan belajar, berikan hiasan yang membuat kamu nyaman dan senang berada disana, bermainlah dengan warna-warna yang cerah dan lembut untuk cat tembok dan furniture, kalau memungkinkan berilah tanaman hijau dalam pot yang cocok untuk indoor agar suasana segar dapat kau rasakan, setelah itu nikmati
  8. Jauhkan semua gangguan, kalau tidak bisa, maka kalian yang harus menjauhinya, misalnya televisi, yang terbaik terkait dengan televisi ini adalah adanya kesepakatan seluruh anggota keluarga yaitu dengan tidak menghidupkan televisi pada jam-jam belajar
  9. Kenali tipe belajarmu, kalau kamu suka belajar dengan simbol, gambar dan visualisasi maka belajarlah yang melibatkan hal-hal visual yang akan membuatmu tertarik, misalnya dengan memperhatikan gambar-gambar pada buku sumber kemudian menelaah penjelasannya, gunakan ilustrasi dan warna yang bervariasi dalam buku catatanmu agar selalu berminat untuk mempelarinya. Kalau kamu suka belajar dengan mendengarkan suara kamu bisa membaca sambil bersuara, atau sambil mendengarkan suara lain yang kamu sukai
  10. Baca, baca, dan baca, jangan bosan jangan malas untuk membaca dan terus giat membaca, karena membaca menjadi pintu masuk pengetahuan dan wawasan yang merupakan tahapan belajar dasar, semua sumber belajar sekarang ini kebanyakan berbasis teks, jadi jangan malas untuk membaca, kalau ada waktu luang diluar jadwal belajarmu gunakan untuk membaca agar wawasanmu makin luas dan pengetahuanmu terus bertambah.

PERUBAHAN KURIKULUM BERPENGARUH PADA KUALITAS PENDIDIKAN


Image result for buku dan kurikulum


Kurikulum pendidikan di Indonesia sebagaimana kita ketahui dari periode ke periode selalu berubah. Ini diperparah lagi dengan ketidakkonsistenan dalam penamaan jenjang sekolah, seperti dari SMA diubah menjadi SMU, kemudian sekolah - sekolah kejuruan yang tadinya STM dan SMEA sekarang diubah menjadi SMK. Padahal dengan perubahan semacam ini pun tidak membuat kualitas semakin meningkat, justru terlihat membingungkan. Belum lagi IKIP dan IAIN yang beramai - ramai berubah menjadi universitas, ini akan membuat lembaga pendidikan tersebut kehilangan jati dirinya.
Sampai sekarang pendidikan kita masih compang-camping karena sering terjadi perubahan kurikulum. Setiap pergantian menteri maka pasti terjadi perubahan yang buntutnya malah membuat bingung pelaku pendidikan. Padahal kurikulum seharusnya tidak boleh berubah, ibaratnya pejabat berikutnya tinggal melanjutkan apa yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya, tetapi mungkin karena rasa gengsi yang salah kaprah dari beliaunya sehingga agak malu hati jika tidak melakukan perubahan, alias ingin disebut meninggalkan jasa kelak. Sedikit panas dan memerahkan telinga memang ,tapi inilah kenyataan.
Seharusnya sebuah kurikulum dipatenkan selama beberapa lama agar dapat dilihat hasil dari pembelajaran tersebut. Jika kita melihat kenegara lain yang lebih maju, mereka memiliki SDM yang bagus, itu karena siswa mereka tidak dibuat bingung oleh perubahan yang begitu cepat. Kurikulum yang lama belum terserap langsung sudah terganti. Hal lain adalah banyaknya pemborosan biaya pendidikan termasuk untuk mencetak buku-buku yang pada akhirnya tidak terpakai,padahal seharusnya dapat digunakan untuk membiayai bidang-bidang lain dalam sektor pendidikan misalnya kesejahteraan guru, sehingga tidak akan terdengar lagi nada miris tentang nasib guru yang nyambi kerja jadi tukang ojek untuk mempertahankan asap dapur agar tetap ngepul.
Guru yang konsentrasi bekerja, tentunya akan dapat menghasilkan mutu yang bagus disamping tentunya tetap didukung oleh kurikulum yang tetap. Sebab bisa saja terjadi guru yang berada jauh dipedalaman tidak mengetahui lagi adanya perubahan sehingga otomatis tertinggal jauh akibatnya mutu pendidikan jadi timpang. Mungkin saatnya para orang pintar di Indonesia memikirkan mulai sekarang untuk menentukan takaran baku kurikulum ini sehingga kita bisa terangkat dan bukan menjadi pecundang terus. Ingat, kita masih berada di bawah negara Vietnam. Negara yang baru pulih dari luka perang, sedangkan kita katanya sudah lama merdeka tapi masih saja jalan di tempat, ndak maju - maju, la piye to.
Sebaiknya diciptakan standar baku yang dapat diaplikasikan dari waktu ke waktu tentunya harus tetap mengikuti perkembangan jaman, penyempurnaan memang perlu tapi tanpa merubah kurikulum standar bakunya.

CARA MENDIDIK ANAK

Image result for orang tua dan anak muslim
Cara mendidik anak - Sudah menjadi harapan seluruh orang tua di dunia, memiliki anak yang dapat berbakti kepada orang tua, menghargai sesama manusia dan berguna bagi bangsa dan negara.

Perkembangan kepribadian anak tidak terlepas dari peranan orang tua dalam membimbing anak serta bagaimana cara mendidik anak dengan benar dan dapat diterima dari cara berpikir si anak.
Berikut ini adalah beberapa tips sederhana cara mendidik anak yang dalam prakteknya tentu harus dilakukan secara bijak :
  1. Tetap meluangkan waktu buat anak dalam kondisi sesibuk apapun. Tentu kita semua sepakat bahwa cara mendidik anaktidak sama dengan mendidik orang dewasa karena anak mempunyai kesenangan sendiri yang harus kita berikan pengakuan. dengan pendekatan semacam ini tentunya akan lebih mudah untuk meluruskan jalan pemikiran anak.
  2. Hindari ekspresi larangan terhadap anak secara spontan. hal ini dilakukan agar perasaan anak tidak terlukai. untuk menunjukkan hal - hal yang baik dan yang buruk, akan lebih bijak jika diberikan contoh di sekitar kita bahwa hal ini baik atau hal ini buruk. cara mendidik anak membutuhkan kesabaran agar anak tidak mempunyai pemikiran untuk berontak.
  3. Tanamkan keimanan sejak dini. Berikan cerita ringan tentang agama, tokoh agama dan Tuhan.
  4. Turuti kehendak si anak dalam batas yang wajar. Berikan pengertian yang masuk akal dan berikan alternatif lain yang lebih menarik bagi anak.
  5. Mengajak anak selalu dalam keadaan ceria untuk mendidik anak agar terbiasa berpikir jernih. Cara mendidik anak seperti ini akan menumbuhkan sikap positif dalam pola pikir anak.
  6. Ceritakan tentang tokoh - tokoh yang sukses yang dapat menjadi teladan, berikan pengertian bahwa untuk menjadi seperti mereka harus belajar yang rajin, nurut sama orang tua dan berdo'a kepada Tuhan YME.
  7. Beri pengakuan yang baik buat anak kita tercinta. Cara seperti ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab karena dengan diberikan sebuah penghargaan akan membuat dia lebih mudah diarahkan sehingga dia sudah tahu mana hal - hal yang yang harus dilakukan.
Cara mendidik anak juga sangat tergantung dari perkembangan usia si anak. Semakin besar tentunya porsi pelajaran yang harus kita sampaikan akan lebih besar, dan yang lebih penting adalah tidak memaksa anak sebagai cara untuk mendidik anak.